
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Di era globalisasi ini semakin
banyak masyarakat yang menganggap kesenian khas daerah yang dalam hal ini
adalah Reog Ponorogo hanya sebuah kesenian masa lalu. Yang di anggap
kesenian memanggil setan dengan aura mistis. Dan dalam kenyataannya semakin
banyak masyarakat yang melupakanwarisan kebudayaan daerah, dalam hal ini adalah
Reog Ponorogo karena semakin majunya hiburan . Reog Ponorogo merupakan kesenian
khas daerah Ponorogo yang pada akhirnya akan luntur apabila tidak ada peran
pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam melestarikan kesenian tersebut
dan bahkan warga negara lain yang notabene bukan merupakan kesenian khas daerah
meraka malah mau melestarikan peninggalan budaya masa lalu itu. Dan dampaknya
muncul kontroversi kalau negara tetangga mulai mengakui kesenian khas daerah
kita lalu bagaimana kita sebagai pemilik asli dari kesenian khas daerah
tersebut apakah kita hanya berdiam diri dan membiarkannya terjadi begitu
saja? padahal sebenarnya dizaman sekarang bukan suatu upacara
pemanggilan setan melainkan suatu sendra tari yang sangat menarik untuk
dipahami dan dipelajari. Namun apakah masyarakat zaman sekarang mengetahui apa
itu kesenian Reog Ponorogo?
Oleh karena itu makalah kesenian ini saya buat agar para pembaca dapat
mengetahui apa itu Reog Ponorogo dan menghimbau agar semua elemen
masyarakat khususnya para pemuda di Indonesia mau melestarikan
kesenian khas daerah mereka masing masing dan mungkin kalau bisa membawa
kesenian tersebut ke kancah internasional.
Tujuan
Saya membuat makalah ini
dengan tujuan untuk membuat para pembaca mengeta hui apa itu kesenian daerah
dari Jawa Timur yang bernama Reog Ponorogo dan menghimbau kepada para
masyarakat agar mau melestarikan kesenian khas daerah Indonesia agar
tidak di klaim oleh negara lain.
Ruang Lingkup
Sebenarnya kesenian Reog itu
berasal dari Ponorogo tetapi karena keterbatasan waktu dan sarana untuk mencari
informasi yang labih detai lagiakhirnya saya membatasi ruang lingkup untuk menggali informasi
di daerahSurabaya dan sekitarnya dan akhirnya saya menemukan sebuah
paguyuban seni tari Reog Ponorogo yang diberi nama Sani Tari Reog Ponorogo
Tunggal Budoyo Suroboyo. Paguyuban seni tari ini berdomisili
di Surabaya yang tepatnya dijalan pacar keling gang I.
Metode
Dalam pembuatan
makalah ini saya menggunakan metode yang bernama metode interview langsung
ke narasumber. Jadi saya langsung datang ke rumah ketua paguyuban Sani
Tari Reog Ponorogo Tunggal Budoyo Suroboyo yang dalam hai ini sebagai
narasumber kami untuk menanyakan beberapa informasi tentang kesenian Reog dan
disana diterangkan semua masalah yang berkaitan dengan kesenian tari Reog
Ponorogo tersebut.
BAB II ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Reog Ponorogo Tunggal Budoyo
Suroboyo
Paguyuban Seni Tunggal Budoyo
suroboyo lahir di Surabaya dan ber alamat di jalan pacar keling no
111 surabaya. Tujuan mereka membuat paguyuban Seni tunggal budoyo Suraboyo
yaitu untuk mewadahi kreatifitas generasi muda supaya terhindar dari hal – hal
negatif seperti kenakalan remaja dll selain itu mereka juga ingin
menjaga dan melestarikan kesenian daerah agar tidak hilang dan lenyap dimakan
modernisasi dunia.
Paguyuban Seni Tunggal Budoyo ini menampilkan seni tari Reog Ponorogo
tetapi karena mereka ingin melestarikan banyak seni tradisi akhirnya mereka
juga menampilkan kesenian tradisional lainnya seperti jaranan kuda lumping dan
banyak lagi. Paguyuban ini diketuai oleh bapak soenarjono yang beralamat di jalan pacar keling no
66 surabaya.
Prestasi Paguyuban Seni Tunggal Budoyo cukup gemilang di daerah Surabaya
contohnya paguyuban ini pernah memenjadi juara1 lomba festival Reog se Surabaya
dan mengikuti parade senja yang hanya diikuti seniman Reog yang puya reputasi
besar, selain itu Paguyuban Seni Tunggal Budoyo ini juga menjadi salah
satu paguyuban yang di kontrak oleh pemerintah kota Surabaya untuk menampilkan
kesenian Reog mereka dibalai pemuda.
Sejarah Reog Ponorogo
Sebenarnya Reog Ponorogo
muncul sebagai bentuk upacara adat kepercayaan gaib setempat yang kental akan aura
magis dan ilmu kebatinan yang kental, seiring dengan perubahan zaman maka
berubahlah Reog Ponorogo itu mejadisuatu bentuk hiburan dan kesenian teater
rakyat.
Diduga topeng dadak merak itu ter inspirasi dari bentuk sebuah patung yang
terletak digugusan pura belahan yang berdiri pada zaman kerajaan kahuripan yang
saat itu di pimpin oleh raja Airlangga di dekat gunung penanggungan, yaitu
patung Dewa Wisnu Diatas Garuda yang berbulu menyebar.
Dan ada sebuah keunikan di topeng dadak merak yaitu adanya mutiaradi paruh
burung merak yang konon merupakan tanda atau simbol bahwa kerajaan wengker
telah masuk kedalam agam islam. Simbol mutiara tersebut merupakan perlambamg
dari biji tasbih yang digunakan kaum muslim saat berdoa.
Sebenarnya asal mula cerita Reog Ponorogo ada lima versi ber beda
tetapi Cuma tiga versi yang diakui yaitu :
a. cerita versi suryongalam
Versi ini bercerita tentang seorang demang yang bernama Suryongalam yang
merupakan kaki tangan kerajaan Majapahit menyindir rajanya yang konon lebih
banyak dikendalikan oleh permaisuri sehingga di gambarkan singgo barong
yang merupakan perlambamg seorang raja di tunggangi / kendalikan oleh merak
yang lembut sebagai perlambang permaisuri,
b. cerita versi songgolangit / dewi ragil kuning
Ini adalah versi resmi yang banyak di pergunakan seniman Reog yaitu cerita
tentang raja Ponorogo yang bernama Prabu Klono Sewandono dari Kerajaan Bantaran
Angin ingin mempersunting putri dari Kerajaan Kediri yang bernama Dewi
Songgolangit / Dewi Ragik Kuning karena sang putri tidak mau menikah akhirnya
putri itu mengirim pasukan dari Kerajaan Kediri yang terdiri dari
singobarong dan dadakmerak lalu raja klono sewandono dan wakilnya Bujanganong
/Pujangga Anom melawannya dengan pengawalnya yaitu pasukan berkuda yang bernama
Jathilan dan pasukan gagah berani yang mempunyai ilmu hitam mematikan yang
bernama Warok
c. versi ki ageng kutu
Versi ki ageng kutu yaitu tentang kiageng kutu yang menyindir raja
Ponorogo yang dikendalikan oleh raja dari negeri china yang bermaksud untuk
memprovokasi raja Ponorogo untuk mengkorupsi uang negara.
Apa Itu Reog Ponorogo
Reog adalah sebuah kesenian
budaya berbentuk teater yang dilakukan oleh sekelompok pemain drama tari dengan
berbagai karakter dan perwatakan pelaku, kesenian Reog ini berasal dari daerah
Jawa Tawa timur bagian barat – laut dan kabupaten Ponorogo dianggap sebagai
kota asal kesenian Reog yang sebenarnya.
Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat
kental akan bau mistik dan ilmu – ilmu kebatinan.
Pada zaman modern Reog biasanya dimainkan oleh ± 7 orang pria bertubuh gagah
dengan memakai topeng berwarna merah dengan jambang dan kumis yang panjang
dalam kesenian Reog mereka disebut Warok, lalu ada ± 6 pria yang berpenampilan
seperti perempuan dan masing – masing menunggangi seekor kuda tetapi karena
perubahan zaman akhirnya beberapa paguyuban seni tari dan teater Reog mengganti
penari mereka menjadi seorang wanita asli dalam kesenian Reog mereka sering
disebut dengan Jathilan, sepasang pemgawal raja yang disebut bujang anom, dan
ada seorang raja yang berpenampilan layaknya sebuah pemimpin lalu ada seekor
singa yang bernama singo barong yang ditunggangi seekor merak yang disebut
Singo Barong dan disini keunikan dari Reog yaitu Singo Barong yang memiliki
berat 50 – 60 kg hanya di bawakan dan ditarikan menggunakan gigi dan hanya bisa
dilakukan oleh orang yang terlatih.
Tokoh Pemeran Reog Ponorogo
Reog Ponorogo mempunyai 5
pemeran utama yang selalu bermain disaat pertunjukan yaitu :
Ø Singgo Barong
yang berbentuk kepala harimau dengan tatanan bulu merak yang mengembang lebar
sebagai mahkota yang di sebut dengan dadak merak, beratnya bisa mencapai 50 –
60 kg yang digigit dengan gigi,jadi penari harus kuat dan mengerti tekniknya.
Ø Pujangga Anom
atau Bujanganong,memakai yang bentuknya lucu dan seram, gerak tariannya lincah
dan akrobatik.
Ø Raja Klono
Sewandono adalah seorang raja, juga memakai topeng yang berciri khas satria dan
pemberani
Ø Sekelompok
Jathilan jumlahnya bisa mencapai empat ,enam, delapan dan seterusnya dan harus
genap, penari berpenampilan kesatria tapi feminim dengan menunggang kuda
replika dari kepang atauanyaman bambu.
Ø Warok peran
sebagai pembinaataun sesepuh diperankan oleh laki – laki yang bertubuh kekar,
mempunyai jambang dan kunis yang tebal serta memakai tutup kepala yang disebut
belangkon
Musik Pengirig Reog Ponorogo
Musik pengiring ini di bagi menjadi dua kelompok
yaitu kelompok penyanyi yang terdiri dari dua penyanyi yang menyanyi lagu
daerah seperti Jathilan Jonorogo apabila diadakan di kabupaten Ponorogo dan
apabila di Surabaya para aguyuban reog di Surabaya sering menggantinya dengan
Semanggi Surabaya atau Jembatan Merah yang merupakan lagu khas Surabaya dengan
bahasa jawa lalu kelompok instrument gamelan memiliki anggota sekitar 9 orang yang
terdiri dari:
· 2 orang penabuh gendang
· 1 orang penabuh ketipung atu gendang terusan.
· 2 orang peniup slompret
· 2 orang penabuh kenong
· 1 orang penabuh gong
· 2 orang pemain angklung
Salah satu ciri khas dari tabuhan reog adalah bentuk perpaduan irama yang
berlainan antara kethuk kenong dan gong yang berirama selendro dengan bunyi
slompret yang berirama pelog sehingga menghasilkan irama yang terkesan magis.
Lembar Isian Tentang Reog
Ponorogo
Asal Kesenian Reog Ponorogo
A. Kota/Desa :
Ponorogo
B. Kabupaten : Ponorogo
C. Provinsi : Jawa Timur
Info Umum Reog Ponorogo
A. Nama: Reog
Ponorogo
B. Fungsi: dizaman dahulu sebagai upacara adat tetapi
seiring dengan perubahan waktu berubah menjadi kesenian tradisional dan
teater rakyat
C. Waktu: Pertunjukan reog dilaksanakan pada pukul 08.30
sampai pukul 09.00
D. Tempat: Balai Pemuda Surabaya
E. Jumlah pemain teater: pemain sendra tari & teater
reog ponorogo berjumlah 17 orang yang terdiri dari:
v Singgo
Barong :1 – 2 orang
v Pujangga Anom
atau Bujanganong :1 – 2 orang
v Raja Klono
Sewandono. :1 orang
v Sekelompok
Jathilan :6 oranng
v Warok :7
orang
F. Jumlah pemain musik: pemain musik gamelam pada reog
berjumlah9 orang
v Pria &Wanita/Pria
saja/ Wanita saja
v Setiap pemain
memainkan 1 alat musik
v Pakaian pemain
musik menggunakan jas yang dipadukan dengan celana panjang dan topi belangkon
v Tata rias: tata
rias para pemain gamelan reog relative tanpa make up
G. Penyanyi lagu daerah
v Penyanyi pria
berjumlah 2 orang
v Penyanyi wanita
tidak ada
v Pakaian penyanyi
lagu daerah sama dengan pakaian pemain musi gamelan yaitu menggunakan jas yang
dipadukan dengan celana panjang dan topi belangkon
v Para penyanyi
bernyanyi sambil duduk
Alat Musik Yang Mengiringi
Reog Ponorogo
A. Alat musik dalam
gamelan reog berjumlah 9 buah
B. 2 orang penabuh gendang dimainkan dengan dipukul dan
terbuat dari kayu dan kulit sapi
C. 1 orang penabuh ketipung atu gendang terusan.
dimainkan dengan dipukul dan terbuat dari kayu, alumunium dan kulit sapi
D. 2 orang peniup slompret dimainkan dengan ditiup dan
terbuat dari bambu
E. 2 orang penabuh kenong dimainkan dengan dipukul dengan
menggunakan alat dan terbuat dari logam dan kayu
F. 1 orang penabuh gong dimainkan dengan dipukul
dengan alat dan terbuat dari logam dan kayu
G. 2 orang pemain angklung dimainkan dengan digoyang dan
terbuat dari bambu
Lagu Daerah Yang Mengiringi
Reog Ponorogo
A. Judul nyanyian
yang digunakan tergantung tempat di tampilkan seperti Semanggi Suroboyo atau
Jathilan Ponorogo
B. Nyanyian yang dinyanyikan menggunakan bahasa daerah
yaitu bahasa jawa
C. Nyanyian di reog ini dinyanyikan selama ± 20 menit
Apresiasi Terhadap Reog
Ponorogo
A. Fungsi pertunjukan
reog ini dizaman dahulu sebagai upacara adat tetapi seiring dengan
perubahan waktu berubah menjadi kesenian tradisional dan teater rakyat
B. Keunikan pertunjukan reog ponorogoyaitu Singo Barong
yang memiliki berat 50 – 60 kg hanya di bawakan dan ditarikan menggunakan gigi
dan hanya bisa dilakukan oleh orang yang terlatih
C. Keunikan musik reog ponorogo yaitu bentuk perpaduan
irama yang berlainan antara kethuk kenong dan gong yang berirama selendro
dengan bunyi slompret yang berirama pelog sehingga menghasilkan irama yang
terkesan magis
10
D. Pendapat saya tentang seni tari dan teater reog adalah
Reog merupakan sebuah kesenian yang memiliki nilai budaya tinggi dan berbentuk
tari atau teater yang seharusnya kita jaga dan rawat agar tidak luntur atau
munkin bahkan hilang dimakan globalisasi dan modernisasi dunia.
Latar Belakang Reog Ponorogo
Muncul
Menurut beberapa cerita turun
menurun reog ponorogo merupakan bentuk upacara adat kepercayaan gaib setempat
yaitu di kawasan Ponorogo yang kental akan aura magis dan ilmu kebatinan yang
kental, seiring dengan perubahan zaman maka berubahlah Reog Ponorogo itu
mejadi suatu bentuk hiburan dan kesenian teater rakyat yang dalam bukan
lagi menggunakan kekuatan gaib melainkan dengan teknik – teknik khusus dan latihan
yang keras .
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Sebenarnya Reog merupakan
sebuah kesenian yang memiliki nilai budaya yang tinggi dan unik untuk
dimengerti. Bentuk reog ponorogo sendiri ialah teater tari yang dilakukan oleh
± 18 orang yang berpakaian sesuai dengan karakter dan watak masing masing.
Pertunjukan Reog diiringgi beberapa penabuh gamelan dan penyanyi yang
membawakan lagu dengan berbahasa daerah.
Saran
kita warga Indonesia sebagai
pemilik asli kesenian Reog Ponorogo mulai banyak yang kurang tertarik
untuk melestarikannya sehingga warga negara lain yang tertarik dengan
kesenian Reog ini mulai mempelajari dan apabila kita tidak mempedulikannya maka
bisa saja kesenian Reog ini diakui oleh negara lain contohnya negara tetangga
sebagai pencuri kebudayaan dan mungkin bisa dikatakan rival negara kita. Lalu
bagaimana reaksi kita sebagai warga Indonesiakhususnya para pemuda sebagai
generasi penerus. Oleh kerena itu mulai sekarang marilah kita melestarikan
budaya kita yang sangat kaya akan nilai budaya ini, terimakasih.
BAB IV PENUTUP
Daftar Pustaka
achsamal10.blogspot.com